This is another blog of mine in my “bahasa”… It feels deeper in my own language than in English… Maybe someday I will translate it in to English… Now I wanna enjoy it in my own “bahasa”…

September….
serasa hari-hari yang sangat panjang… penuh dengan kejutan yang membuat emosiku bagai roller coaster…. Surprise…surprise….surprise… dan tidak semua surprise menggembirakan.
Oktober….
hey, apakah tahun ini Oktober mampir ke hidupku? Mengapa aku gak merasakan hadirnya Oktober? Mengapa aku serasa tak pernah mengalami apapun dengan Oktober? Banyak sesungguhnya yang terjadi di Oktober, tapi entah kenapa semua itu berlalu begitu saja. Apakah karena apa yang terjadi di Oktober tanpa sadar ingin kutekan ke bagian lain dimana semua hal “buruk“ terlupakan? Tidak semua hal dalam di Oktober adalah hal yang tidak menyenangkan dan patut dilupakan. Tetapi mengapa Oktober 2008 berlalu begitu saja tanpa pernah memberi kesempatan padaku untuk mengenangnya? Lalu tiba-tiba…..
November…..
Apakah waktu sedang bermain-main denganku sehingga tanpa kusadar, sekarang sudah minggu terakhir di November…
Minggu lalu staff keuanganku meminta waktuku untuk discuss budget. “Cepet banget?” protesku. “Lho, minggu depan sudah tanggal 25 ‘bu, udah waktunya gajian lagi dan mengajukan anggaran untuk bulan Desember” Gosh…secepat itukah?
Jadi saat ini sebelum November benar-benar berlalu aku harus “bangun” dan “merasakannya”, sebelum dia tiba-tiba pergi tanpa suara seperti yang dilakukan Oktober.
Mundur ke Augustus….
Agustus datang dengan gejala-gejala yang sebenarnya sudah “kurang baik” kurasa. Berkali-kali aku menanyakan pada diriku sendiri, apa yang terjadi… apa yang membuatku mulai “bergoyang”… apa yang membuatku mulai tidak tenang… apa yang membuat hatiku mulai gelisah… tidak banyak yang dilakukan Agustus yang bisa membuatku mempersiapkan kedatangan September (si roller coaster), Oktober (si silent intruder) dan November (the one that almost got away).
(Agustus) September, Oktober, November, dan September adalah bintang utamanya.
Bukan hanya karena September menambah satu chapter lagi dalam hidupku tapi keseluruhan yang terjadi di September memang merupakan cerita utamanya, cerita utama yang membuat Agustus dan November sebagai cerita pendukungnya.
Minggu ini November segera berlalu, aku harus segera melakukan sesuatu yang berarti untuk membuatnya “ada”.
Beberapa menit yang lalu aku membuat suatu pilihan, satu langkah kecil untuk membuat November menjadi ada. Dengan berdamai dengan hatiku… dengan memilih untuk enjoy the feeling…enjoy the pain…enjoy the hurt…and say to myself: You are just too blessed to be stress!!! And it helps!
Pain, hurt and wound are still inside. But I learn and I did make a step to heal it. I did make a small step to make my November.
Saving November before it ends…
How?
By convincing yourself that I am just too blessed to be stress. So, she chooses to be happy. To be happy and keep the joy in hers.
Mungkin tidak akan terlalu sulit. Seharusnya begitu. Karena ini bukanlah hal baru bagiku. Seperti yang sudah kusadari beberapa waktu yang lalu (aku lupa, di Oktober atau November), kapanpun dan dimanapun rasa sakit yang ditimbulkan oleh hubungan yang lepas adalah tetap sama. Yang berbeda haruslah caraku menanganinya… caraku melaluinya… dengan tidak menolaknya… tapi menerima rasa itu dengan damai, sadar dan rela…
Yah, ini lebih tentang perasaan dan hubungan yang lepas…
Dan juga tentang bagaimana membuat November menjadi suatu waktu yang hadir dalam hidupku dan tidak menjadi the one that got away…
So, let’s saving November before it ends and be cheerful!!!